DETIK NEWS (Jakarta) - Aktivitas kepelabuhanan di wilayah kerja Pelindo Regional 2 menunjukkan pertumbuhan hingga Agustus 2026. Sejumlah indikator operasional tercatat meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mulai dari kunjungan kapal, arus petikemas, arus barang nonpetikemas, hingga arus penumpang.
Peningkatan tersebut sejalan dengan
arahan strategis Danantara dalam mendorong penguatan kinerja, produktivitas,
dan optimalisasi operasional perusahaan.
Secara konsolidasi, kunjungan kapal hingga
Agustus 2026 tercatat sebanyak 42.696 call, meningkat sekitar 2,4 persen
dibandingkan 41.691 call pada periode yang sama tahun 2025. Pertumbuhan juga
terlihat pada arus petikemas yang mencapai 6,48 juta TEUs, naik sekitar 3,7
persen dari 6,25 juta TEUs pada tahun sebelumnya.
Executive Director 2 Pelindo Regional 2
Budi Prasetio mengatakan, pertumbuhan sejumlah indikator tersebut menunjukkan
aktivitas di pelabuhan-pelabuhan Regional 2 tetap bergerak positif di tengah
dinamika perdagangan dan logistik.
“Pertumbuhan ini menunjukkan aktivitas
kepelabuhanan di Regional 2 tetap berjalan dan terus berkembang. Hal ini juga
sejalan dengan arahan strategis Danantara untuk terus meningkatkan kinerja dan
produktivitas perusahaan,” ujar Budi.
Selain arus petikemas, arus barang
nonpetikemas juga mencatat pertumbuhan. Hingga Agustus 2026, volumenya mencapai
41,64 juta ton, atau meningkat sekitar 10 persen dibandingkan 37,86 juta ton
pada periode yang sama tahun 2025.
Kenaikan tersebut antara lain ditopang
oleh peningkatan aktivitas bongkar muat di sejumlah cabang, termasuk komoditas
curah cair, curah kering, dan general cargo.
Pertumbuhan juga terjadi pada arus
penumpang. Sampai dengan Agustus 2026, jumlah penumpang yang dilayani mencapai
1,08 juta orang, meningkat sekitar 32 persen dibandingkan 816.705 penumpang
pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan terutama terjadi pada arus
penumpang domestik yang mencapai 1,07 juta orang.
Budi menambahkan, peningkatan trafik
tersebut tidak terlepas dari aktivitas masyarakat dan pergerakan komoditas di
berbagai wilayah yang dilayani Pelindo Regional 2. Sejumlah cabang juga
mencatat pertumbuhan seiring meningkatnya kegiatan perdagangan, distribusi
barang, maupun mobilitas masyarakat.
“Kami melihat pertumbuhan ini sebagai
bagian dari pergerakan ekonomi di wilayah layanan Regional 2. Karena itu, kami
terus memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholder agar pelayanan pelabuhan
dapat mengikuti perkembangan kebutuhan pengguna jasa, sekaligus mendukung arah
strategis perusahaan,” kata Budi.
Di sisi lain, peningkatan trafik juga
terlihat pada sejumlah cabang. Di Tanjung Priok, misalnya, arus petikemas
tercatat 5,88 juta TEUs secara konsolidasi hingga Agustus 2026, meningkat
sekitar 9,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Arus barang
nonpetikemas juga meningkat menjadi 15,85 juta ton, tumbuh sekitar 16,4 persen.
Pertumbuhan juga tercatat di beberapa
cabang lainnya. Pelabuhan Panjang membukukan peningkatan arus petikemas sebesar
24,5 persen menjadi 91.458 TEUs dan arus barang nonpetikemas sebesar 22,8
persen menjadi 5,49 juta ton.
Sementara di Pontianak, arus barang
nonpetikemas meningkat signifikan menjadi 4,42 juta ton, atau tumbuh sekitar 81
persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Budi, capaian tersebut menjadi
dorongan bagi Pelindo Regional 2 untuk terus meningkatkan kualitas dan
konsistensi layanan.
“Yang paling penting bukan hanya
pertumbuhan trafik, tetapi bagaimana pertumbuhan itu diikuti dengan pelayanan
yang semakin baik. Kami akan terus melakukan perbaikan dan menjaga keandalan
operasional pelabuhan,” pungkas Budi.
(Redaksi DNN.Com/Humas Pelindo
Regional 2).



Tidak ada komentar:
Posting Komentar