DETIK NEWS (Nusa Tenggara Timur) - PT
Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 3 Maumere tetap melakukan
layanan operasional kapal Ro-Ro dan Penumpang pascagempa yang berdampak pada
sejumlah fasilitas pelabuhan. Meskipun fasilitas terminal penumpang mengalami
kerusakan, Pelindo melakukan penyesuaian layanan dengan mengalihkan aktivitas
pelayanan ke area lapangan agar operasional kapal dan mobilitas masyarakat
tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan.
Sub
Regional Head Pelindo Bali Nusra, Fariz Hariyoso, mengatakan penyesuaian pola
pelayanan tersebut merupakan langkah cepat untuk memastikan konektivitas
masyarakat tetap terjaga di tengah kondisi pascagempa.
“Karena
fasilitas terminal terdampak, pelayanan kami sesuaikan dan dialihkan ke area
lapangan. Tim Pelindo tetap bekerja 24/7 untuk memastikan proses naik-turun
penumpang dan kendaraan tetap berjalan aman dan tertib. Ini merupakan bentuk
komitmen kami untuk tetap hadir dan memberikan pelayanan maksimal kepada
masyarakat, sekaligus terus memantau serta mempercepat pemulihan fasilitas
pelabuhan,” ujar Fariz.
Kesigapan
tersebut terlihat dari pelayanan kapal yang berlangsung pada 16 hingga 17
Agustus 2026. Pada 16 Agustus 2026 pukul 22.38 WITA, KM Bukit Siguntang
melakukan first line di Pelabuhan Maumere dengan melayani 477
penumpang turun dan 943 penumpang naik. Pelayanan kapal kemudian diselesaikan
pada 17 Agustus 2026 pukul 00.23 WITA.
Selanjutnya,
pada 17 Agustus 2026 pukul 01.24 WITA, KM Dharma Rucitra VII rute
Surabaya–Maumere melakukan first line. Kapal tersebut melayani penurunan
569 penumpang serta 88 unit kendaraan, terdiri atas 19 sepeda motor, 2 mobil,
12 truk sedang, dan 55 truk besar. Seluruh proses penurunan penumpang dan
kendaraan selesai pada pukul 04.13 WITA. Pelayanan kapal berikutnya dijadwalkan
kembali pada 17 Agustus 2026 mulai pukul 19.00 WITA.
Pelindo
terus berkoordinasi dengan KSOP, operator kapal, pemerintah daerah, TNI/Polri,
dan pemangku kepentingan terkait dalam proses pemulihan Pelabuhan Maumere.
Pelayanan akan terus disesuaikan dengan kondisi lapangan dan hasil pemeriksaan
keselamatan, sehingga aktivitas kepelabuhanan dapat berlangsung secara aman,
tertib, dan berkesinambungan di tengah masa pemulihan pascagempa.
(Redaksi DNN.Com).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar